Minggu lalu Matt Richtell dari New York Times mempublikasikan sebuah artikel tentang bagaimana konsumen semakin meminta boot yang cepat pada komputer (baca terjemahannya di udaramaya). Artikel tersebut mengatakan bagaimana HP, Dell, Lenovo, Asus maupun berbagai vendor PC lainnya telah mulai merancang komputer yang memberikan pengguna akses ke fungsi-fungsi dasar seperti email dan browser dalam kurang dari 30 detik — dimungkinkan oleh Linux.
Kemudian Ashlee Vance, yang juga bekerja di New York Times menulis sebuah artikel susulan yang mendeskripsikan bagaimana tren ini semakin menguat, mengatakan bahwa "dalam beberapa bulan depan, teknologi instant on akan memasuki segmen mainstream. Di bawah ini adalah beberapa bocoran tentang apa yang akan datang:"
- DeviceVM: perusahaan baru Silicon Valley ini telah menjadi pimpinan dari semua vendor aplikasi instant on. HP, Lenovo dan Asus semuanya menggunakan produk Splashtop besutan Device VM yang sudah dimodifikasi. Melalui Splashtop, mereka memberikan akses cepat ke browser, aplikasi foto, instant messaing maupun VoIP kepada pengguna. Vendor-vendor PC terbesar dunia berencana untuk mengemas Splashtop ke dalam laptop. Asus bahkan sudah berkomitmen untuk mengemas Splashtop ke dalam semua motherboard.
- HP: hari ini Anda sudah dapat membeli Envy yang datang dengan aplikasi "Instant On Solution," yang merupakan Splashtop yang sudah dimodifikasi. Dalam beberapa bulan ke depan, HP berencana untuk mengemas solusi yang sama ke berbagai laptop — jumlah pastinya tidak diumumkan.
- Lenovo: mulai awal tahun depan, Lenovo akan mengemas Splashtop ke dalam berbagai produk laptop.
- Phoenix Technologies: vendor perangkat lunak ini tengah mengembangkan aplikasi bernama HyperSpace yang memungkinkan pengguna untuk terlebih dahulu menggunakan sistem berbasis Linux sementara menunggu boot Windows selesai di latar belakang. Pengguna kemudian dapat secara bergantian menggunakan Linux maupun Windows sesuai kemauan. Aplikasi ini akan tersedia untuk publik mulai bulan Januari tahun depan dengan biaya berbasis subskripsi.
Pada akhir tahun depan, kita mungkin akan melihat keadaan di mana Linux dikemas ke dalam hampir semua notebook tidak peduli apakah komputer tersebut mengoperasikan Windows. Dan ini masih belum menghitung segmen netbook, mobile internet device (MID) dan ponsel Linux yang berpotensi besar — memungkinkan datangnya "year of the Linux desktop," walaupun mungkin tidak dalam bentuk yang diduga banyak orang beberapa tahun lalu. (Linux Foundation)

Komentar