Walaupun sekarang sudah ada sistem tagging untuk gambar, sistem ini bergantung pada seberapa baik tiap orang dalam mendeskripsikan gambar mereka dengan tagging.
Masih banyak yang belum mengetahui bagaimana cara pemberian tag yang sesuai atau malah ada yang sengaja memberikan tag yang salah, biasanya berupa kata kunci yang sering diketik supaya foto/gambar tersebut lebih sering muncul di hasil pencarian. Satu lagi hambatannya adalah rasa malas, entah sudah berapa banyak foto hasil jepretan kamera digital/ handphone berkamera setiap harinya yang kita upload ke situs-situs penyedia jasa upload gambar tanpa tag.
Untuk mengatasi masalah pencarian gambar, direktur manajemen produk untuk Consumer Search Properties, R.J. Pittman memberikan beberapa informasi mengenai fitur masa depan untuk pencarian gambar di Google.
Dalam wawancara video dengan Beet.TV, Pittman berkata bahwa Google sedang membuat algoritma visual crawling yang dapat digunakan untuk mencari dan mengenali bentuk wajah dan menganalisis objek-objek yang terdapat pada file gambar.
Selain itu juga disinggung mengenai fitur GeoTagging, yaitu proses penyisipan lokasi pengambilan foto, hal yang dimungkinkan dengan mulai bermunculannya kamera digital ber-GPS. Google sudah mendukung fitur GeoTagging dengan meluncurkan situs Panoramio.
Untuk lebih jelasnya bisa Anda lihat pada video interviewnya di bawah ini:
Selain Google, ada juga situs lain yang berusaha memecahkan masalah pencarian di web. XCavator sudah menggunakan sistem pencarian berdasarkan komposisi gambar.
Cara kerja XCavator:
- Cari gambar dengan kata kunci seperti biasa dan klik "GO"
- Dari hasilnya, drag salah satu gambar yang kita anggap benar atau kurang lebih benar ke kotak di atas
- Tandai bagian yang ingin Anda cari dari gambar tersebut yang ingin Anda cari, semakin banyak tanda yang Anda berikan, semakin mirip hasil pencarian dengan gambar Anda pilih

Komentar