Microsoft pada tanggal 10 April 2008 mengumumkan sebuah pelayanan berbasis web yang dapat merekomendasikan rute perjalanan untuk membantu pengendara menghindari kemacetan. Teknologi pelayanan baru ini dinamakan Clearflow yang dikembangkan selama lima tahun oleh sebuah tim ilmuwan artificial intelligence (AI) di laboratorium riset Microsoft.
Clearflow akan tersedia sebagai bagian dari situs Live.com (maps.live.com) untuk 72 kota di Amerika Serikat. Microsoft mengatakan bahwa pelayanan ini akan memberikan informasi rute alternatif yang lebih akurat dan disesuaikan dengan pola lalu lintas baik di jalan tol maupun jalan biasa.
Sistem rekomendasi rute perjalanan yang diperkenalkan Microsoft tahun lalu tanpa Clearflow memiliki berbagai kekurangan karena sistem tersebut selalu berasumsi bahwa semua rute berada dalam kondisi lancar dan sering kali mengirimkan pengemudi ke area - area yang lebih padat lagi.
Pelayanan baru ini terkadang akan memberikan rute perjalanan yang tidak intuitif kepada pengemudi. Sebagai contoh, dalam beberapa kasus Clearflow akan menghitung bahwa sebuah perjalanan akan lebih singkat apabila pengemudi tetap berada di jalan tol yang padat, dibandingkan mengambil rute alternatif karena jalan - jalan kecil di sekitarnya juga telah sangat padat oleh kendaraan yang menghindari kemacetan jalan tol.
Proyek ini dimulai di tahun 2003 saat Eric Horvitz, seorang ilmuwan AI di Microsoft terjebak kemaceta saat mencari sebuah restoran baru di Seattle. Ingin menghindari kemacetan, ia meng-instruksikan alat navigasi di mobilnya untuk mencari rute lain melalui jalan - jalan kecil. Hasilnya lebih parah lagi.
Kejadian ini mendorong Horvitz yang merupakan presiden Asosiasi pengembangan AI untuk mencari solusi masalah ini. "Saya tiba - tiba sadar bahwa apabila kita menggunakan jalan - jalan kecil, kita benar - benar harus mengerti keadaan kota secara keseluruhan," tutur Horvitz.
Pada akhirnya mereka mampu membuat model untuk memprediksi lalu lintas berdasarkan data selama empat tahun dan 16.500 perjalanan sejauh 125.000 mil. Sistem ini menciptakan "kepribadian" untuk lebih dari 819.000 segmen jalan di bagian Seattle.
Setelah menciptakan simulasi Clearflow di Seattle, para ilmuwan Microsoft kemudian mampu men-transfer model ini dengan menggunakan algoritma yang telah mereka kembangkan untuk kota - kota lain.
Jakarta perlu teknologi ini :).
(Disadur dari NYTimes)

Komentar